Resah, PKL minta Dinas Kudus tertibkan Ojek liar di Menara Kudus

Solusi satu – Puluhan ojek liar yang kerap mangkal di depan Klenteng Hok Ling Bio di Komplek Menara Kudus mulai meresahkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) komplek wisata Menara Kudus. Pasalnya keberadaan mereka dirasa sudah melanggar kesepakatan jam operasional kerja dan mangkal.

Rodliyah, salah satu PKL menara mengatakan, sebelumnya paguyuban pedagang telah meneken kesepakatan dengan ojek menara. Kesepakatannya berisi tentang jam operasional ojek yang dimulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.

“Khusus Minggu boleh beroprasi saat siang hari,” ungkap Dliyah.

Terkait hal tersebut, pihaknya merasa dirugikan karena banyak peziarah yang tak jadi mampir karena diburu-buru oleh tukang ojek. Ini dirasa bisa menurunkan omzet penghasilan mereka.

“Mereka (Ojek) seperti memaksa peziarah untuk cepat,” jelasnya saat rapat koordinasi di kantor Dinas Perhubungan, Selasa (19/2/2019) pagi tadi.

Pihaknya pun mengharapkan dinas terkait bisa memberi pemecahan masalah untuk hal ini. Pihaknya merasa ojek pangkalannharus segera di tertibkan. Ini juga dikarenakan para ojek tersebut mengganggu ketertiban menara.

“Kami minta untuk segera ditertibkan,” tandasnya.

Terkait itu, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Cabang Kudus, Daru Handoyo menyatakan, ojek yang mangkal di depan klenteng Hok Hien Bio bukanlah anggota  SPTI Cabang Kudus. Ia menganggap ojek yang berjumlah 15 orang tersebut merupakan ojek liar. Piihaknya pun tidak bisa menindak atau memberikan sanksi apapun.

“Kalau itu anggota SPTI, akan kami beri sanksi yaitu penyitaan kartu anggota. Tapi karena bukan anggota saya, tidak bisa ditindak atau diberi sanksi,” jelasnya.

Hingga saat ini Daru menegaskan, ojek yang tergabung dalam paguyuban SPTI Cabang Kudus belum ada yang melanggar atuaran atau kesepakatan. Semua beroperasi sesuai hasil perundingan, yakni dari sore hingga pagi hari pukul 06.00 pagi.

Untuk jumlah transportasi yang tergabung dalam SPTI Cabang Kudus, pihaknya merinci, jumlah ojek Menara sebanyak 510 ojek dan yang mangkal Terminal Bakalan Krapayak 260 ojek. Sedangkan untuk angkutan wisata 50 unit, becak Menara Kudus 350 unit dan dokar 11 unit.

“Solusi kami, jika ojek liar itu bergabung boleh saja, tapi harus mentaati aturan,” tegasnya.

Sementara ituz  Kepala Dinas Perhubungan Kudus Abdul Halil melalui Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Putut Sri Kuncoro menanggapi jika permasalahan tersebut merupakan ranah peguyuban PKL dan SPTI. Dishub hanya memfasilitasi dan tidak bisa berbuat banyak.

“Baru kalau tidak bisa, kami akan turun membantu memecahkan persoalan itu,” tandasnya

baca juga : Media Online Tidak Hanya Terikat UU Pers dan KEJ, tapi Juga Pedoman Media Siber

terkait – tukang ojek lucu,tukang ojek pengkolan rcti,tukang ojek pengkolan pemain,tukang ojek pengkolan episode 1,tukang ojek pengkolan 19 februari 2019,tukang ojek pengkolan 18 februari 2019,tukang ojek pengkolan 2018,tukang ojek adalah,tukang ojek anterin saya,tukang ojek ambon,tukang ojek pengkolan anisa,tukang ojek pengkolan artis,tukang ojek pengkolan aul,lagu tukang ojek ambon,tukang ojek pengkolan arbani yasiz,tukang ojek pengkolan aktor,tukang ojek bukan kaleng kaleng,tukang ojek beli mini cooper,tukang ojek beli mobil 12 ribu,tukang ojek beli mobil,tukang ojek bahasa inggris,tukang ojek bonceng pocong,tukang ojek beli mobil mewah,tukang ojek beli mobil 12000,tukang ojek bikin ngakak,tukang ojek beli mini cooper 12 ribu,tukang ojek cantik,tukang ojek chord,tukang ojek cast,tukang ojek.com